ARSITEKTUR ONLINE

ARSITEKTUR ONLINE


JASA DISAIN ARSITEKTUR


Cari Arsitek disini tempatnya...........

Arsitektur Online adalah penyedia jasa arsitek yang dilakukan secara online dimana berfokus pada keperluan desain arsitektur. Mulai data dari owner di kirim via email terus komunikasi penyajian desain juga via email sampai penyajian terakhir bisa dikirim via pos. Dengan keberadaan online internet kita bisa menjangkau ke seluruh pelosok nusantara bahkan dunia untuk memenuhi kebutuhan desain arsitektur dengan mudahnya untuk itu www.onarsitek.com berdiri.

Desain Arsitektur

Kebutuhan desain arsitektur baik keperluan eksterior maupun interior mulai dari rumah tinggal, kantor, ruko ( rumah toko ), villa, gudang, hotel, mall, apartemen, tempat ibadah, dll tergantung permintaan owner.

Desain Rumah

Didalam proses pelaksanaan suatu rumah tinggal perlu adanya desain yang dapat dijadikan acuan / pegangan supaya lebih memudahkan didalam pengerjaan proyek rumah tinggal untuk itu desain rumah mutlak adanya apalagi rumah mewah yang banyak sekali memerlukan suatu apresiasi didalam proses menuangkan ide-idenya.

Produk Arsitektur

Untuk mencukupi keperluan didalam suatu proyek maka dibutuhkan gambar konsep, gambar penyajian, gambar kerja khususnya arsitektur untuk itu onarsitek berusaha untuk memenuhi kebetuhan tersebut.

Penyajian Arsitektur

Didalam penyampaian kepada konsumen perlu adanya suatu hal yang dapat memperjelas pengertian terhadap owner untuk itu diperlukan penyajian arsitektur yang mudah pengplikasiannya, maka perlu suatu produk digital yang dapat membantu untuk membuka pandangan masyarakat awam

Seluruh Indonesia

Untuk sementara waktu ini onarsitek hanya bisa melayani customer seluruh Indonesia, tetapi untuk jangka panjang tidak menutup kemungkinan bisa seluruh dunia.

ORDER DESAIN

Senin, 15 November 2010

Hotel Best Western Edmundston



Hotel Best Western Edmundston

keramahtamahan Barat telah benar-benar menyebar. Dimulai pada tahun 1946 oleh perhotelan MK Guertin dan dinamai asal-usul California, Best Western memiliki lebih dari 4.000 dimiliki secara independen dan hotel dioperasikan (termasuk 2.200-plus di AS, Kanada, dan Karibia), sehingga hotel terbesar di dunia merek (dengan jumlah kamar). Hotel olahraga bendera di sekitar 80 negara dan teritori, Australia dan Inggris memiliki paling luar AS. Perusahaan ini memiliki sekitar 100 Best Western Premier bermerek hotel di Asia dan Eropa, yang menawarkan tingkat yang lebih tinggi fasilitas dan layanan. Best Western diatur sebagai tidak-untuk asosiasi keanggotaan nirlaba, dengan sebagian besar penjualan perusahaan yang berasal dari iuran bulanan dan iuran tahunan.

Hotel Gambia



Hotel Gambia

Pantai Kombo adalah hotel populer dan hidup dengan fasilitas yang baik, masakannya yang lezat dan manfaat dari setelan depan pantai yang strategis di Kotu.

fasilitas yang sangat baik Its berarti Kombo Beach Hotel sangat ideal baik untuk liburan pantai yang santai atau aktif. Dengan tim hiburan purna waktu di tangan, kegiatan olahraga termasuk tenis, aerobik, permainan kolam renang dan voli. Namun, dengan pilihannya pengaturan Kotu tepat di pantai dan taman tropis yang indah, tidak sulit untuk menemukan mundur yang tenang jauh dari kolam permainan hidup dan hiburan.

Ada beberapa pilihan kamar di hotel. Kamar standar semua memiliki unit individual AC, yang dioperasikan oleh remote control, serta telepon, lemari es mini dan pengering rambut. Mereka diserahkan kepada memberikan nuansa cahaya dan lapang, ditingkatkan oleh jendela-jendela gambar besar dengan baik balkon atau teras dari mana suara debur lembut laut dapat didengar. Kamar Superior dan Suites terletak pada kedua kamar pertama dan kedua lantai dan Premium di lantai dasar, semua kamar dilengkapi ditingkatkan ke standar yang lebih tinggi dan dengan teh yang aman bebas, dan fasilitas pembuat kopi dan kulkas.

The Kombo Beach Hotel dikenal dalam Gambia untuk menawarkan masakan yang sangat baik. Ada empat restoran dan empat bar di hotel melayani berbagai macam makanan, masing-masing dengan suasana yang sangat berbeda. Sarapan dan makan malam prasmanan yang disajikan di restoran yang baru diperbaharui Kudula, di bawah kanopi. Rive Gauche adalah klasik à la carte, sementara suasana yang lebih santai dapat ditemukan dalam The Brasserie, di mana malam makanan atau minuman yang diambil menghadap ke laut sambil mendengarkan live musik. Tokek's, snack bar dan toko es krim, terbuka sepanjang hari dan malam. Sebuah sistem kas bebas beroperasi di dalam hotel. hiburan Evening terdiri dari musik lokal hidup, makan malam tema dan menari atau hanya bersantai di teras samping kolam renang atau bar pantai. Ada juga restoran halus lainnya dan hiburan yang tersedia di daerah Kotu langsung.

Karena lokasinya, berbagai fasilitas dan pilihan restoran yang ditawarkan, Pantai Kombo sangat populer dengan tamu baru dan ulangi sama.

Kami meningkatkan peringkat kita dari Pantai Kombo untuk burung 4 pada tahun 2007 karena perbaikan dalam kamar, jumlah kamar pilihan upgrade dan berbagai fasilitas dan restoran yang ditawarkan.

Sabtu, 06 November 2010

UTILITAS BANGUNAN

UTILITAS BANGUNAN

Utilitas Bangunan adalah suatu kelengkapan fasilitas bangunan yang digunakan untuk menunjang tercapainya unsure-unsur kenyamanan, kesehatan, keselamatan, kemudahan komunikasi, dan mobilitas dalam bangunan.

KELENGKAPAN UTAMA DALAM BANGUNAN

KELENGKAPAN UTAMA DALAM BANGUNAN

* Air

Air bersih yang semakin langka saat ini diupayakan agar digunakan sehemat mungkin. Begitu pula sisa-sisa air pembuangan yang tampak tidak berharga juga harus dimanfaatkan kembali semaksimal mungkin. Dengan demikian, kebutuhan air dalam lingkungan bangunan tidak akan berkurang.

* Matahari / Cahaya Matahari

Indonesia yang beriklim tropis sangat kaya akan sinar matahari. Oleh karena itu, sedapat mungkin cahaya matahari dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga penggunaan cahaya buatan yang dibutuhkan energi tambahan dapat dikurangi.

* Udara / Angin

Selama angin / udara segar di luar bangunan masih dapat digunakan di dalam perancangan bangunan, sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga memberikan suatu lingkungan yang nyaman dalam melaksanakan kegiatan kerja sehari-hari.

Dalam perancangan suatu bangunan, perlu diperhatikan penggunaan air yang hemat, persiapan tempat-tempat rembesan air, penggunaan cahaya alam dan aliran angin segar yang sebaik mungkin, serta pengurangan penggunaan cahaya dan aliran angin buatan. Dengan memperhatikan hal tersebut, maka akan tercipta suatu lingkungan yang seimbang.

Kamis, 04 November 2010

Arsitektur Art Deco

Arsitektur Art Deco


Gambar (1.1)
Puncak menara gaya Art Deco pada Bangunan Chrysler, dibangun 1928-1930

Nama art deco diperoleh dari Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes, meskipun demikian istilahnya tidak digunakan sampai akhir 1960. Art Deco dipengaruhi oleh banyak kultur berbeda, terutama pada masa pra-perang dunia I di Eropa. Pergerakan terjadi pada waktu yang sama, dan sebagai tanggapan untuk kemajuan teknologi dan perkembangan sisoal dari awal abad 20.

Kata Art Deco termasuk terminologi yang baru pada saat itu, diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam sebuah katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Decoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema “Les Années 25”. Pameran itu bertujuan meninjau kembali pameran internasional “l’Expositioan Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes” yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco dipakai untuk menamai seni yang saat itu sedang populer dan modern. Munculnya terminologi itu pada beberapa artikel semakin membuat nama Art Deco eksis. Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku “Art Deco” karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969.

Istilah Art Deco berkembang sepanjang penampilannya pada tahun 1925 tetapi tidak menerima pemakaian lebih luas sampai tahun 1960. gaya art deco diangap sebagai gaya yang berwawasan luas tentang pandangan dekorasi modern yang dipengaruhi oleh berbagai macam sumber, contohnya :
• Awal pekerjaan arsitek Wiener Werkstätte; disain industri fungsional, dengan akar pada akhir abad ke sembilan belas.
• Seni “primitif” Afrika, Mesir, atau Aztec Mexico, sebagian didesain dengan gaya berbentuk kubus.
• Awal pekerjaan dan pikiran dari Weimar Bauhaus menyangkut tahap penunjukkan dirinya di dalamnya.
• Pahatan dan keramik gaya Yunani jaman kuno perancangan semakin sedikit mendekati " periode kuno"
• Bentuk fractionated, kristal dari dekoratif kubis dan futuristis
• Fauve, warna palet
• Bentuk yang menjengkelkan dari gaya radikal Neoklasiklasik memacu terbentuknya gaya art deco: Boullée, Schinkel
• Art deco sering dihubungkan dengan Musik jazz, Umur Musik jazz gaya jazzy
• Motif binatang dan bentuk daun-daunan tropis; ziggurats; kristal; " sunbursts"; motif air mancur yang disesuaikan mode
• Gaya art deco juga mempengaruhi penampilan wanita, yaitu gaya atletik luwes " modern" wanita; rambut yang dipotong pendek menandakan gadis modern tahun l920-an
• Tahun teknologi mesin dimana ditemukan radio dan pemancar

Paris adalah pusat dari seni disain art Deco, yang dilambangkan dalam mebel oleh Jacques-Emile Ruhlmann, yang kita kenal sebagai ahli desainer gaya art deco yang terbaik dan juga Jean-Jacques Rateau, yang memounyai perusahaan Süe et Mare, layar Eileen Gray, besi tempa Edgar Brandt, pabrik logam dan pernis Dunand Jean, kaca Rene Lalique dan Maurice Marinot, barang barang perhiasan dan jam oleh Cartier. Semuanya mewakili gaya art deco.

Asitektur Art Deco selain menerima ornamen-ornamen historis, langgam ini juga menerima pengaruh aliran arsitektur yang sedang berkembang saat itu. Gerakan arsitektur modern yang sedang berkembang pada saat itu bauhaus, De Stijl, Dutch Expressionism, International Style, Rationalism, Scandinavian Romanticism dan Neoclassicism, Arts and Crafts Movement, Art Nouveau, Jugendstil dan Viennese Secession. Mereka ikut mempengaruhi bentukan-bentukan arsitektur Art Deco serta memberikan sentuhan-sentuhan modern. Modern pada saat itu diartikan dengan “berani tampil beda dan baru, tampil lebih menarik dari yang lain dan tidak kuno” kesemuanya itu dimanifestasikan dengan pemilihan warna yang mencolok, proporsi yang tidak biasa, material yang baru dan dekorasi.



Gambar (1.2)
Asheville, North Carolina City Hall, 1926–1928 melambangkan gaya seni amerika yang menganut gaya Art Deco.

Karena banyaknya negara yang menerapkan langgam ini membuat Art Deco berkembang dengan pesat, hal ini tidak memudahkan pendefinisian langgam yang bangkit populer kembali pada tahun 60-an. Setiap negara yang menerima langgam Art Deco mengembangkannya sendiri, memberikan sentuhan lokal sehingga Art Deco di suatu tempat akan berbeda dengan Art Deco di tempat lain. Tetapi secara umum mereka mempunyai semangat yang sama yaitu menggunakan ornamen-ornamen tradisional atau historikal, sehingga langgam Art Deco merupakan langgam yang punya muatan lokal.

Meskipun pada awalnya Art Deco merupakan gaya yang mengutamakan hiasan-hiasan tradisional setempat, tetapi ia terbuka terhadap sesuatu yang baru, keterbukaan ini tercermin dalam pemakaian material yang baru dan dengan teknik yang baru, tak jarang pula mereka melakukan penggabungan material, sehingga hasil karya mereka hampir selalu inovatif dan eksperimentatif.

Perkembangan Art Deco tidak lepas dari pengaruh situasi dan kondisi jamannya, pada saat itu di Eropa sedang berlangsung revolusi industri, masyarakat terpesona oleh adanya penemuan-penemuan dan teknologi yang maju dengan pesat. Karakter-karakter teknologi yang menggambarkan kecepatan diejawantahkan ke dalam desain dalam bentuk garis-garis lengkung dan zig-zag.


Gambar (1.3)
Tepi yang dibulatkan adalah karakterisitik dari art deco.

Lengkungan yang ditampilkan itu merupakan ekspresi gerak, teknologi modern dan rasa optimisme. Orang-orang sering menjuluki lengkungan itu dengan “Ocean Liner Style” hal ini mengacu pada bentuk kapal pesiar yang pada saat itu merupakan karya manusia yang patut dibanggakan, jadi bentukan kapal, bentuk lengkung dijadikan sebagai ekspresi kemoderenan.
Sesuai dengan pengaruhnya, Art Deco ditandai dengan material seperti aluminum, baja tahan-karat, pernis, kayu, sharkskin ( shagreen), dan zebraskin. Yaitu penggunaan bentuk yang berani ,berliku-liku dan bentuk kurva ( tidak sama dengan kurva berliku-liku dari art Nouveau), pola chevron, dan motif sunburst. Sebagian dari motif ini ada dimana mana- sebagai contoh motif sunburst digunakan dalam konteks bervariasi dengan contoh motif ini sering digunaka dalam sepatu para nyonya, suatu kisi-kisi radiator, aula dari Balai Kota Musik Radio dan puncak menara dari bangunan Chrysler.

Art Deco pelan-pelan menghilang dari barat setelah banyaknya bangunan yang dibangun dengan gaya art deco pada saat itu dan mulai ditertawakan oleh para kritikus bangunan sebagai gaya yang terlalu mencolok dan kemewahan yang palsu. Gaya ini kemudian diperpendek oleh sifat keras dari perang dunia ke II. Di negara-negara kolonial seperti India, gaya ini menjadi suatu pintu gerbang untuk Pandangan moderen dan tetap digunakan dalam tahun 1960. Suatu kebangkitan minat akan Art Deco datang dengan disain grafis pada tahun 1980, di mana asosiasi nya dengan film noir dan 1930 daya tarik menuju penggunaannya dalam iklan untuk barang barang perhiasan dan fesyen.

Contoh desain Art Deco




















Bangunan Chicago's Carbide dan Carbon













Bangunan Supreme Court di Ottawa, Canada

Arsitektur Italia

Arsitektur Italia















(gambar 1.1)
Cliveden: Italia Barry'S, Neo-Renaissance rumah besar dengan " sindiran tentang putri dari pedagang italia yang materialistis”

Gaya arsitektur italia pertama kali dikembangkan oleh Yohanes Nash di Inggris pada tahun 1805 sebagai kemajuan menyangkut pergerakan yang indah, dengan konstruksi Cronkhill di dalam Shropshire. Banguanan ini awalanya adalah rumah desa yang kecil dan lama kelamaan dipakai oleh masyarakat umum sebagai vila model Italia yang pertama di Inggris, yang mana diperoleh dari arsitektur Italia pada akhir dan awal jaman Victorian.

Gaya Italia pertama kali dipopulerkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh arsitek Charles Barry pada tahun 1830s. Gaya Italia Barry'S beruapa gambaran yang menarik dengan motif yang terkesan berat pada atas bangunan Renaissance Italia, konsep ini, kadang-kadang berselisih dengan Italia vila semi-rustic Nash'S, yang mendesain apa yang disebut sebagai gaya Italia. Gaya Italianante tidak terbatas pada Inggris dan dipekerjakan di dalam bermacam-macam format, lama setelah kemunduran gaya ini setelah pernah tenar di dalam Inggris, sepanjang Eropa utara dan Kerajaan Britania. Pada tahun 1840s gaya Italia mencapai ketenaran sangat besar di dalam Amerika Serikat, di mana gaya ini dipromosikan oleh arsitek Alexander Jackson Davis

Gaya Italia di Inggris















(gambar 1.2)
Neo-Renaissance: Rumah ossborne yang diselesaikan 1851. Suatu rumah besar Palladianyang diberi nama " Perawatan Italia" dengan penambahan dari suatu menara untuk melihat sekitar halaman.

Suatu awal tentang pengembangan gaya arsitektur Nash'S gaya Italia adalah perancangan Taman Sandrige pada tahun 1805 pada Stoke Gabriel di Devon. Bangunan ini dikerjakan atas nama janda terhormat Nyonya Ashburtoni, rumah kecil ini dengan jelas menunjukkan transisi antara untuk gaya yang indah William Gilpin dan Gaya Italia Nash'S. Rumah ini mempunyai gaya informal dengan denah asimetrikal yang ditekankan pada balkon dan batang kayu ataupun kedua-duanya dengan menggunakan besi tempa dan batu menara dan atap dibuat rendah mengikuti secara penuh gaya Italia dan bangunan ini adalah contoh pertama gaya Italia di inggris.












(gambar 1.3)
Vila Emo Palladio,1559. Vila Italia yang agung adalah suatu titik awal untuk bangunan dari abad 19th gaya Italia.

Contoh lainnya yang menyangkut Gaya Italia dalam Inggris adalah gaya bangunan yang cenderung untuk mengambil format dari gaya Palladian yang sering membangun suatu menara untuk melihat sekitar menara dan bangunan sekitarnya lengkap dengan unsur Renaissance pada tingkatan atap. Bangunan ini biasanya sering menggunakan motif Italia dibandingkan dengan motif gotik ataupun motif gaya arsitektur yang lainnya.

Tuan Charles Barry, terkenal akan pekerjaan arsiteknya pada bangunan gaya Tudor dan Langgam gotik pada rumah Parlemen di London, meruapan salah satu penyelenggara gaya italia ini. Tidak sama dengan Nash yang menemukan inspirasi nya di dalam Italia sendiri. Barry lebih mengutamakan mendesain bangunan dengan desain yang terkesan berat pada disain Vila Roma, Lazio dan Veneto atau sebagai ia meletakkannya: "... karakter mempesona dari vila Italy". Dan yang paling melukiskan bagaimana desain yang ia buat terdapat pada rumah besar Cliveden (illistrated di atas). Walaupun demikian telah diklaim bahwa salah satu diantara ketiga bangunan tersebut menggunakan unsur gaya klasik walaupun sebagiian besar tetap menggunakan gaya italia. Dan pada tahun 1855 gaya Italia mengalami kemunduran.

Thomas Cubitt, kontraktor bangunan London yang membangun dan menyatukan menyatukan bentuk klasik sederhana dengan gaya Italia seperti yang digambarkan oeh Tuan Charles Barry ke dalam banyak rumah di London dengan membuat teras pada bangunan rumah mereka. Cubitt merancang Rumah Osbourne di bawah arahan Pangeran Albert, dan Cubbit’s merancang ulang dua dimensi arsitektur yaitu gaya italia dan gaya klasik dalam rumah besar Pangeran Albert secara cuma-Cuma yang mana rumah ini nantinya akan menjadi inspirasi bagi sepanjang Kerajaan Britania.

Mengikuti gaya dalam desain rumah Osborne pada tahun 1851, gaya menjadi suatu pilihan disain yang populer untuk rumah susun yang kecil yang dibangun oleh industriawan yang kaya dan baru. Banguanan ini kebanyakan dibangun di dalam kota besar yang keseluruhannya dikelilingi oleh kebun luas, yang dipersiapkan pada depan haman dan belakang halaman suatu bangunan. Pada suatu kesempatan yang sangat serupa, disain vila Italia ini akan dikalahkan oleh atap mansard. Dan pada tahun 1855 gaya Italia pun diganti dengan gaya Gotik dan Tudor dari pemerintahan Ratu Elizabeth.
Gaya Italia dalam Amerika Serikat










(gambar 1.4a)
Gaya arsitektur italia dalam perumahan










(gambar 1.4b)
Gaya arsitektur italia dalam rumah baris

Gaya Italia pertama kali diperkenalkan di Amerika serikat oleh Alexander Jackson Davis pada tahun 1840s sebagai suatu alternatif ke kebangkitan kembali Gaya Yunani atau Gotik. Blandwood, rumah besar Gubernur di Carolina Utara, yang diselesaikan pada tahun 846, klaim untuk contoh arsitektur Italia yang paling tua di Amerika Serikat. Awal suatu contoh dari arsitektur Italia, yang lebih ke perancangan arsitektur Nash daripada perancangan yang diilhamioleh Barry.

Italia ditafsirkan juga sebagai suatu gaya yang berasal dari susku pribumi bangsa italia yang membedakannya dengan gaya arsitektur lain adalah atap rumah yang terkesan kempes dengan bangunan yang luas. Suatu menara sering disatukan pada bangunan mengisyaratkan bahwa dari dalam menara kita bisa melihat sekitar Italia atau bahkan dari menara lonceng.

Secara Arsitektur gaya italia lebih populer dari gaya yunani pada tahun 1860. Ketenaran nya adalah dalam kaitan dengan asalnya yaitu menggunakan bahan-bahan dan anggaran pemba guna yang berbeda dengan bagunan yang lain. Seperti misalnya pengembangan besi-tuang dan press-metal teknologi membuat produksi untuk menghias unsur-unsur penting suatu rumah seperti tembok hiasan bangunan yang lebih efisien. Bagaimanapun, gaya ini digantikan pada tahun 1870 oleh gaya Ratu Anna dan gaya Kolonial.















(gambar 1.5)
The Breakers yang didesain oleh Richard Morris Hunt completed 1895

Bangunan bricker terletak pada Ochre Point Avenue, Newport, Pulau Rhode, adalah suatu rumah besar gaya 70an yang dirancang oleh arsitek itu Richard Morris Hunt untuk Cornellius Vanderbilt II. Yang dibangun Antara 1893 dan 1895, adalah lambang dari gaya Italia di Amerika Serikat. Eksterior dari bangunan ini merupakan gaya dari Renaissance Pallazo, konstruksinya terbuat dari baja yang tidak mengikat dan komponen kayu menggunakan teknik bangunan yang yang paling modern abad 19th dengan menggunakan cerobong asap.

Dari Gaya Italia " Bangunan bricker" dan gaya arsitekturnya telah diuraikan. Tetapi ada juga beberpa kritik yang mengatakan bahwa bangunan ini terobsesi pada gaya eropa yang historis dan menyesuaikan diri dalam bangunan rumah pribadi di Amerika Serikat ". Bagaimanapun, gaya bangunan Brikcker yang mengambil gaya Italia ini mengungkapkan suatu ungkapan tentang pemiliknya secara pribadi, penanaman, dan kekayaan dibanding gaya Arsitektur yang populer sekarang.

Gaya italia di Australia











(gambar 1.6)Kantor pemerintaha, Melbourne selesai pada tahun1876.















(gambar 1.7)
Stasiun kereta api Albury, New South Wales, Australia yang dibangun dengan gaya arsitektur italia pada tahun 1881.

Gaya Italia membuktikan bahwa gaya ini menjadi popular di Australia sebagai gaya arsitektur yang domestik. Arsitek William Wardell merancang Kantor Pemerintahan di Melbourne- sekarang tempat kediaman pejabat dari Gubernur Victoria- sebagai suatu contoh " cinta yang ditemukanuntuk Italia, Palladian dan arsitektur Venesia". Warna pastel dengan banyak corak Palladian; kecuali menara signorial dengan satu menara untuk melihat sekitar-dipersatukan pada sudut jalan yang bersiku oleh Thomas Belgravia Cubitt'S, London.

Persendian pada atap dibuat dengan sandaran balustraded. Blok utama diapit oleh dua sayap sekunder yang setangkup lebih rendah untuk menyokong dan sangat indah juka dilihat dari suatu pandangan bersudut. Ruangan yang besar dibagi dari blok utama menara untuk melihat sekitar menara. Ruangan yang lebih kecil, ruang dansa, dimasukkan melalui suatu porte-cochere columned yang dirancang sebagai tingkat tunggal prostyle serambi bertiang-tiang.

Dekorasi Interior











(gambar 1.8)
Rumah gubernur, melbourne . aulanya di dekorasi pada abad ke 19 dalam gaya italaianate.

Di dekorasi rumah ada paralel langsung untuk arsitektur " Italia" dengan penggabungan-pengulangan yang cuma-cuma tentang hiasan corak dari abad ke 16th arsitektur Italia dan object, yang mana semua objek dalam ruangan didesain dengan gaya abad 19. Lemari pakaian dan pembuat pakaian model italia berpakaian model italia jug. Begitu juga dalam arsitektur italia seperti halnya rumah baris. Gaya interior rumah ini di desain oleh Charles Eastlake. Di dalamtahun 1868 ia mulai mendesain mebel, taplak dan detail yang rumah seperti pada profil fan ukiran yang terletak pada langit-langit rumah gaya Italia.

ARSITEKTUR TRADISIONAL JEPANG

ARSITEKTUR TRADISIONAL JEPANG











(Gambar 1.1)
Fasad rumah tradisional dengan bangku duduk yang didominasi bahan kayu serta pintu geser arah horizontal dan vertikal dari kayu.

Zaman Edo berlangsung sekitar tahun 1600–1868 ketika Jepang di bawah pemerintahan Sogun menutup pengaruh dan hubungannya dengan dunia Barat. Keputusan itu tercermin pada pola perkembangan kota kecil di sepanjang jalur Nakasendo, salah satu di antaranya dapat dilihat di desa kuno Tsumago yang bangunan rumah tinggalnya tampak jelas didominasi corak arsitektur tradisional Jepang gaya Edo.
Beberapa jalan kecil berupa gang juga sangat menarik diikuti karena dari jalan kecil tersebut kita dapat melihat taman gaya Jepang di area halaman belakang dan depan rumah. Taman yang dilengkapi kolam batu alam dilengkapi bonsai, pancuran air dari bambu, dan kerajinan bambu lain menambah daya tarik kawasan ini.













(Gambar 1.2)
Rumah tradisional Jepang berbahan kayu dan atap ditindih batu dengan aksesori fasade khas Jepang

Kebanyakan bangunan utama di kawasan ini terbuat dari papan yang bila kita lihat lebih jauh menunjukkan kedekatan kehidupan Tsumago dengan pertanian, perdagangan, dan bisnis jasa yang menjadi mata pencarian utama penduduk pada masa Sogun.

Atap yang ditindih batu untuk menahan agar tidak terbang tertiup angin dengan talang air pada sisi atap dan menyalurkan air ke tanah yang terbuat dari bambu juga menunjukkan kecerdikan dan pemikiran unsur teknis tukang bangunan masa Edo. Ruangan dengan lantai tanah, tatami, dan fondasi batu alam yang ditindih bangunan bahan kayu menjadi salah satu ciri khusus.
Dengan struktur bangunan kayu berpintu geser dengan teralis kayu horizontal dan vertikal memperlihatkan gaya arsitektur tradisional jepang kuno. (gambar 1.3)













(gambar 1.3)
Tidak hanya citranya, tetapi konstruksinya pun sederhana sekali “ semakin sedikit, semakin baik”. Prinsip ini sudah diambil alih dalam seni arsitektur internasional.

INTERIOR RUMAH TRADISIONAL JEPANG

Sudah sejak abad ke 18 masyrakat Barat yang sudah diresapi citarasa matematika dan penalaran segala bidang kehidupan menemukan jepang sebagai negeri selera ningrat dan citarasa yang sangat cocok dengan dambaan manusia kebudayan industri yakni perpaduan antara yang eksak matematis dan yang menumbuhkan haru pada segala yang indah. Maka garis-garis dan kepolosan dinding-dinding geometrik yang menandai seluruh arsitektur jepang mereka jadikan contoh ekspresi. (lihat gambar 1.4)

















(Gambar 1.4)
Interior dan pemilihan bahan rumah Jepang Tradisional ini pun masih sama napas cita rasanya. Dinding-dinding tipis, nyaris tidak bermateri (kertas pun masih dipakai untuk dinding-dinding ruangan). Tidak aman memang dan sangat dingin di musim salju,tetapi sikap Shinto satu dengan alam tetap dimenangkan.

Melalui gambar ini dan seterusnya kita dapat mempelajari dampak dan hikam akrsitekutur tradisional Jepang yang kontemporer secara lebih terperinci. Tampaklah betapa sangat mungkinlah modernisasi dengan bahasa kontemporer, tanpa meninggalkan kekhasan pribadi pribumi.

Maka perhatikan gambar 1.5 dalam pasal 9 dari arsitektur modern tahun-tahun 20-30an. Tampaklah ciri ke Jepangan pada bangunan dan perabot rumah itu. Lihat gambar (1.5)












(gambar 1.5)
Citarasa kepolosan dan kesederhanaan yang bernapas Shinto itu lebih meluas lagi sesudah Perang Dunia II, yang ternyata sedambaan dengan citarasa menusia yang baru saja dianiaya oleh wabah bahasa Meriam dan bom dunia industri. Di sini selera dan citra arjuna sangatlah jelas.

Perhatikan dinding-dinding, lantai dan langit-langit. Semua serba bidang polos, dapat dikatakan tanpa hiasan apapun. Satu-satunya “hiasan” hanyalah permainan garis-garis lurus dan bidang-bidang murni. Ditambah gambar bergaya sangat hekmat goresan, kaligrafi sajak satu saja di ruang utama dengan tokonominya. (lihat gambar 1.6)






















(gambar 1.6)
Dalam ruang utama, tempat penerimaan tamu, dibuat panggung kecil yang berdinding mundur sebagai tempat keramat, suatu fokus, tempat orientasi diri psikologis dalam rumah, yang disebut tokonoma. Kadang-kadang lukisan diganti dengan yang lain, atau dipajang satu syair dengan seni kaligrafi indah, demi percakapan tenbtang puisi atau tukar-menukar kearifan, pengetahuan budaya.























(gambar 1.7)
Ruang Panti minum Bosen , dari biara Kohoran. Lihatlah bagaimana sekian unsur kontras bermain dalam melodi tesa-antitesa-sintesa:
1. Luar dan Dalam.
2. Garis bidang geometrik lurus-datar-ketat dan bentuk-bentuk organik luwes.
3. kebersihan polos netral warna di dalam dan yang serba variasi warna-warni di luar.
























(Gambar 1.8)
Denah Rumah tradisional Jepang dengan pembagian ruang yang berbentuk sederhana yaitu kotak atau persegi. Manusia modern abad ke 20 memang sedang gandrung pada segala hal yang geometris. Tetapi geometriks yang menyentuh kalbu hati. Dan apa yang menjadi kenyataan budaya arsitektur dari seorang tokoh dan perintis arsitektur modern, Mies Van der Rohe? Mies van der Rohe merumuskannya demikian: “semakin sedikit semakin baik”. Tetapi perumusan yang menjadi tersohor itu praktis sudah dikerjakan berabad-abad oleh orang-orang yang berjiwa Shinto dan Budha Zen.