ARSITEKTUR ONLINE

ARSITEKTUR ONLINE


JASA DISAIN ARSITEKTUR


Cari Arsitek disini tempatnya...........

Arsitektur Online adalah penyedia jasa arsitek yang dilakukan secara online dimana berfokus pada keperluan desain arsitektur. Mulai data dari owner di kirim via email terus komunikasi penyajian desain juga via email sampai penyajian terakhir bisa dikirim via pos. Dengan keberadaan online internet kita bisa menjangkau ke seluruh pelosok nusantara bahkan dunia untuk memenuhi kebutuhan desain arsitektur dengan mudahnya untuk itu www.onarsitek.com berdiri.

Desain Arsitektur

Kebutuhan desain arsitektur baik keperluan eksterior maupun interior mulai dari rumah tinggal, kantor, ruko ( rumah toko ), villa, gudang, hotel, mall, apartemen, tempat ibadah, dll tergantung permintaan owner.

Desain Rumah

Didalam proses pelaksanaan suatu rumah tinggal perlu adanya desain yang dapat dijadikan acuan / pegangan supaya lebih memudahkan didalam pengerjaan proyek rumah tinggal untuk itu desain rumah mutlak adanya apalagi rumah mewah yang banyak sekali memerlukan suatu apresiasi didalam proses menuangkan ide-idenya.

Produk Arsitektur

Untuk mencukupi keperluan didalam suatu proyek maka dibutuhkan gambar konsep, gambar penyajian, gambar kerja khususnya arsitektur untuk itu onarsitek berusaha untuk memenuhi kebetuhan tersebut.

Penyajian Arsitektur

Didalam penyampaian kepada konsumen perlu adanya suatu hal yang dapat memperjelas pengertian terhadap owner untuk itu diperlukan penyajian arsitektur yang mudah pengplikasiannya, maka perlu suatu produk digital yang dapat membantu untuk membuka pandangan masyarakat awam

Seluruh Indonesia

Untuk sementara waktu ini onarsitek hanya bisa melayani customer seluruh Indonesia, tetapi untuk jangka panjang tidak menutup kemungkinan bisa seluruh dunia.

ORDER DESAIN

Tampilkan postingan dengan label gambar arsitek rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gambar arsitek rumah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Mei 2010

Perhitungan Biaya Renovasi Rumah

Perhitungan Biaya Renovasi Rumah

Kita sebagai orang awam konstruksi seringkali masih bingung mengenai bagaimana cara menghitung biaya renovasi rumah. Sebenarnya, gampang sekali menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk merenovasi rumah kita. Biaya untuk merenovasi rumah ini kemudian selanjutnya akan kita sebut sebagai RAB, yang merupakan singkatan dari Rencana Anggaran Biaya.
Berikut akan saya sampaikan beberapa tips mengenai cara untuk menghitung sendiri biaya renovasi bangunan. Komponen-komponen biaya renovasi rumah yaitu sebagai berikut:
1. biaya bongkar-pasang. Biaya bongkar pasang ini meliputi biaya tenaga, serta biaya material yang diperlukan untuk mengganti dan atau menambal bongkaran yang sengaja dirusak sebelumnya.
2. biaya konstruksi: biaya konstruksi ini meliputi biaya penggunaan tenaga tukang dan material, serta biaya sewa penggunaan alat-alat pendukung konstruksi. Alat-alat pendukung konstruksi antara lain berwujud scaffolding atau perancah atau steger, terbuat dari bambu, kayu bekas ataupun bisa juga berbentuk rangkaian besi, traktor penguruk/pembongkar yang disebut backhoe (bahasa kerennya, bego), mesin perata tanah (baby roller, stamper dan stampwals, dll) Semakin besar nilai sebuah proyek konstruksi, biasanya semakin rumit pula alat-alat pendukung konstruksi ini.
Jumlahkan seluruh komponen biaya RAB pada no 1 dan 2. Hasil dari penjumlahan ini disebut SUB TOTAL 1, bahasa teknisnya adalah bowsome
1 + 2 = SUB TOTAL 1
3. biaya jasa kontraktor atau jasa konstruksi, besarnya adalah 10% dari sub total 1 atau bowsome diatas.
Jumlahkan SUB TOTAL 1 (bowsome) dan komponen 3. Hasil dari penjumlahan ini disebut SUB TOTAL 2, bahasa teknisnya adalah anemingsome.
SUB TOTAL 1 + 3 = SUBTOTAL 2
4. biaya PPn dan PPH, besarnya 1,5 % dari sub total 2 atau anemingsome diatas.
Jumlahkan SUB TOTAL 2 (anemingsome) diatas dengan biaya PPn dan PPH. Hasil akhirnya disebut sebagai RAB TOTAL, atau aansome.
[PPN+PPh] + SUB TOTAL 2 = TOTAL


//ar-chi-tect.org

Finishing Lantai

Finishing Lantai

Lantai adalah bagian bangunan yang setiap hari dilintasi. Karena itu hampir semua developer mengatakan, faktor pertama yang mereka lihat saat memilih penutup lantai adalah daya tahannya terhadap beban, gores, dan noda. “Kualitas itu yang pertama kita lihat saat memilih penutup lantai,” kata Josida Kusuma, GM Marketing Grand Wisata (Bekasi).
Tentu saja istilah kualitas di sini relatif, sesuai dengan kelas penutup lantai dan segmen perumahan masing-masing. Faktor berikutnya yang memengaruhi pilihan developer beragam. Ada yang menyebut kepastian suplai, ada yang lebih concern pada tipe, motif, dan warnanya, ada yang sangat memperhatikan harga, ada pula yang melihat kombinasi berbagai faktor itu. Ini menjelaskan kenapa perumahan menengah atas tidak selalu memilih penutup lantai branded.
Pertimbangan bisnis bagaimanapun sangat mempengaruhi pilihan. Paramount Serpong (Tangerang) misalnya, memilih Mulia karena kualitasnya memenuhi syarat, presisi dan konsisten, distribusi luas, dan suplai terjamin meskipun pilihan tipe, motif, warna, dan ukurannya lebih terbatas.
“Bagi kita kepastian suplai itu penting karena jadwal serah terima rumah kita dalam tanggal, bukan lagi bulan,” kata Tanto Kurniawan, Presiden Direktur Paramount Serpong. Sementara Grand Wisata memakai Mulia, Platinum, dan Asia Tile sekaligus dengan alasan kecocokan dengan desain rumah dan harga lebih kompetitif.
“Kalau ada yang lebih murah, kualitas tetap masuk, cocok dengan desain rumah dan terjamin suplainya, kenapa nggak,” ujar Josida. Ia menambahkan, merek tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap pilihan konsumen. Konsumen lebih melihat kesesuaiannya dengan desain rumah.

Dominasi keramik
Keramik termasuk homogeneous tile (keramik yang diproduksi meniru proses pembentukan batu alam seperti marmer), masih menjadi pilihan penutup lantai (dan dinding) favorit di 100 perumahan yang disurvei Housing Estate di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang Desember 2006 – Mei 2007. Penutup lantai lain hampir tidak ada, kecuali marmer dan parket yang terbatas dipakai di rumah mewah atau untuk ruangan tertentu.
Dibanding survei serupa tahun 2005, kebanyakan perumahan masih konsisten memakai merek-merek ternama seperti Roman/Romangres (Lyman Group), Mulia (Mulia Group), Herkules/Milan (Wings Group), KIA, dan Platinum. Meskipun demikian merek-merek yang sebelumnya kurang terdengar seperti Genova, Kaisar, Ikad, Eurogres, dan keramik Cina juga makin banyak mencuat ke permukaan.
Kalaupun tidak secara tunggal, merek-merek itu dipakai sebagai kombinasi merek-merek tersohor. Harganya lebih murah, kualitasnya tidak terlalu jauh berbeda. Kenaikan harga bahan bangunan dan suku bunga pasca kenaikan harga BBM akhir 2005 memaksa sebagian developer berimprovisasi dengan pilihan materialnya.
Roman dan Romangres tetap perkasa sebagai lantai keramik yang paling banyak dipilih, disusul Mulia dan Herkules/Milan. Secara keseluruhan Roman/Romangress dipilih 26 perumahan, disusul Mulia (16 perumahan), dan Herkules/Milan (9 perumahan). Roman/Romangres mendominasi Jakarta dan Bogor, dipilih masing-masing 6 dan 8 perumahan dari 17 dan 24 perumahan yang disurvei.
Sedangkan di Tangerang Roman/Romangres berimbang dengan Mulia. Roman/Romangres dipilih 9 perumahan dari 32 perumahan yang disurvei, Mulia dipakai 8 perumahan. Begitu pula di Bekasi, Roman berbagi angka yang sama dengan Mulia dan Milan/Herkules, sama-sama dipilih 2 dari 13 perumahan yang disurvei. Sementara di Depok, Herkules yang leading, dipilih 4 dari 14 perumahan yang disurvei, disusul Mulia (2 perumahan) dan Roman (1 perumahan).
Pemakai Roman hampir seluruhnya perumahan menengah atas. Sebaliknya yang memilih Mulia dan Herkules/Milan 95 persen perumahan menengah. Kalaupun perumahan menengah atas memakai Mulia dan Herkules/Milan, lebih sebagai kombinasi Roman atau untuk rumah-rumah tipe sedang.
Paling lengkap
Roman nyaris menjadi pemain tunggal di pasar keramik lantai dan dinding untuk kalangan menengah atas. Koleksinya paling lengkap baik jenis, tipe, motif, warna, maupun ukurannya, sehingga bisa memenuhi selera dan kebutuhan semua developer. “Setiap bulan kita melansir koleksi baru,” kata Adrianto Gunawan, Marketing Supervisor PT Satyaraya Keramindo Indah yang mendistribusikan Roman.
Kualitas Roman juga paling andal, presisi, konsisten, dan lebih halus. Bagaskoro, Marketing Manager Jagakarsa Residence, salah satu perumahan menengah atas di Jakarta, misalnya, mengaku memilih Roman karena alasan ini.
Alexander Mulyoto, developer perumahan Sawo Griya Kencana, Depok (Jawa Barat), yang memakai Herkules sesuai dengan segmen pasar perumahan yang dikembangkannya, mengakui keandalan Roman itu.
“Kualitas Herkules mungkin tidak kalah bagus. Tapi, ukurannya masih bisa beda semili-semili. Sedangkan Roman lebih presisi dan sudah lama eksis, sehingga tukang lebih pede dan familiar. Ibaratnya kalau Roman, tukang tinggal pasang. Sementara keramik lain harus lihat-lihat dulu karena ada kemungkinan tidak sama,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai kontraktor itu.
Ia berpendapat, untuk perumahan menengah atas merek itu penting, karena konsumennya sudah brand minded. Mereka selalu menanyakan merek penutup lantai yang dipakai developer. Bila disebutkan nama Roman, umumnya konsumen langsung percaya dengan kualitasnya.
Distribusi Roman pun paling luas. “Kita sudah berjualan dari Sabang sampai Merauke,” kata Adrianto. Belakangan semua keramik Roman yang sebagian diekspor itu, diproduksi dengan teknologi gres agar lebih tahan terhadap benturan, gores, dan noda. “Teknologi gres adalah teknik produksi dengan bahan baku pilihan dan sistem pembakaran sempurna,” jelasnya.
Tidak heran Roman menjadi acuan developer dalam memilih keramik lantai. Ingat saja istilah “setara Roman” dalam brosur banyak developer. Hazmi Mubarak, Supervisor Teknik Permata Depok Regency, Depok (Jawa Barat), misalnya, mengaku memakai Herkules tipe Xenon Gray ukuran 40 x 40 karena motifnya mirip Roman, kualitas dan harganya cocok dengan segmen rumah yang dibangunnya.
Selain itu motif dan warna Herkules konsisten meskipun pilihannya tidak banyak. “Keramik lantai lain kadang cepat berganti motif. Sekarang putih, tiga bulan kemudian sudah agak berbeda putihnya. Atau motif enam bulan lalu sekarang tidak diproduksi lagi sehingga kita kesulitan mendapatkannya,” tuturnya.
Menurut Adrianto, Roman bukan lagi sekedar komoditas tapi sudah berkembang menjadi produk desain. Karena itu wajar harganya lebih mahal dan menjadi favorit kalangan menengah atas. “Kita selalu mengikuti tren,” ujarnya. Roman sudah memiliki tiga show room di Jakarta yang memungkinkan konsumen melihat tren dan aplikasi produknya.
Komoditas dan fashion
Dari sisi kualitas Supermilan mungkin tidak berbeda dengan Roman. Tapi, brand-nya belum sekuat Roman. Begitu pula koleksi dan jangkauan distribusinya, belum selengkap, sekonsisten, dan seluas Roman. Wings Group misalnya, baru berproduksi sejak Juli 1997 melalui PT Saranagriya Lestari Keramik dengan merek Herkules untuk pasar menengah ke bawah, Milan untuk segmen menengah, dan Supermilan untuk kalangan atas.
Dua merek pertama lebih diarahkan sebagai komoditas, sedangkan Supermilan diposisikan sebagai produk desain. “Makin lama perkembangan industri keramik makin ke arah fashion,” kata Suhartono Mulyadi, Product Manager PT Saranagriya Lestari Keramik.
Baru-baru ini Supermilan melansir koleksi Habitat Series yang meniru enam elemen alam beserta teksturnya: batu, kayu, besi, marmer, tekstil, dan kaca. Koleksi itu memudahkan konsumen menyesuaikan pilihan penutup lantai dengan berbagai gaya interior yang diinginkan. Supermilan mendefinisikan lima gaya interior yang ngetren saat ini: glamour (klasik modern), urban (minimalis fungsional dan kontemporer), hype (art deco), zen (minimalis industrial), dan neo (minimalis futuristic).
Karena relatif baru, masih perlu waktu bagi Supermilan untuk meyakinkan keandalan produknya di pasar. Wings Group pun menyadarinya. Sebab itu mereka intens menggarap proyek perumahan. Jangan heran dalam survei kali ini produknya makin banyak dipilih. “Proyek-proyek itu membuka jalan memperluas pasar ritel kita. Bila mereka memakai produk kita, 10 tahun mendatang akan datang repeat order dari para pemilik rumahnya,” kata Suhartono.
KIA, Platinum, dan Genova sebenarnya juga pemain lawas seperti Roman. Genova yang baru dilansir enam tahun lalu untuk pasar menengah atas, diproduksi PT Keramik Diamond Industries (berdiri sejak 1978) yang sudah terkenal dengan merek Diamond untuk pasar menengah bawah dan Grand Master untuk rumah menengah.
Hanya, entah kenapa KIA terkesan agak tersendat perkembangan produknya. Sementara Platinum dan Keramik Diamond yang berkantor pusat di Surabaya, baru setelah krisis moneter lebih intens menggarap pasar Jabodetabek. Itu pun tidak sepenuhnya fokus menggarap proyek perumahan.
“Bagi kita pasar perumahan lebih sebagai mercu suar untuk mempertegas eksistensi produk. Pangsa terbesar kita tetap pasar ritel,” kata Iwan Kusuma, Area Sales Manager PT Da Vinci Keramindo, distributor utama Genova yang sebagian produksinya juga diekspor.
Ia mengakui, belakangan banyak bermunculan merek baru sehingga persaingan keramik lantai makin ketat. “Banyak yang pakai merek sendiri meskipun tidak punya pabrik. Produksinya nyewa pabrik orang lain. Yang begini ini jumlahnya ratusan,” katanya. Belum terhitung persaingan dari keramik Cina.
Mulia yang juga pemain lama dengan cakupan distribusi sama luasnya dengan Roman, bisa saja membuat produk sekelas Roman. Hanya sampai kini Mulia memposisikan produknya sebagai komoditas dengan massa produksi besar untuk kalangan menengah dan menengah bawah. Karena itu pilihan jenis, tipe, warna, motif, dan ukuran keramiknya lebih terbatas.

www.housing-estate.com

Tips Membeli Rumah Dengan Pembiayaan Bank

Tips Membeli Rumah Dengan Pembiayaan Bank

Kita dapat membeli rumah baik secara tunai maupun kredit, namun persentase orang yang memiliki dana tunai untuk membeli rumah tidaklah banyak. Mayoritas adalah pembeli rumah secara kredit.

Selama ini gencar ditawarkan rumah baru yang dibangun oleh developer, padahal kita juga bisa memanfaatkan kredit dari bank untuk membeli rumah yang sudah pernah ditempati atau rumah yang dibangun oleh perorangan. Keuntungannya adalah, kita bisa mendapatkan rumah dengan tanah dan bangunan yang lebih luas daripada rumah yang dibangun developer
dengan harga relatif sama atau malah lebih murah. Pengalaman saya, saya bisa mendapatkan rumah dengan luas tanah 165 M2 dan luas bangunan 130 M2 dengan biaya yang lebih murah daripada rumah yang dibangun developer dengan luas tanah hanya 105 M2 dan luas bangunan 90 M2.

Bagi bank, persyaratan pengajuan kredit hampir sama baik untuk rumah baru maupun rumah yang sudah pernah ditempati. Prinsipnya, bank menyediakan dana dengan jaminan properti yang akan dibeli.
Berikut adalah syarat-syarat yang perlu dipersiapkan jika ingin mengajukan kredit pada bank baik untuk pembelian rumah :
  1. Fotocopy KTP dan aslinya (untuk dibandingkan. Dibutuhkan saat akad kredit. Jangan sampai punya fotocopy KTP tapi yang asli hilang :-D )
  2. Slip gaji asli 3 bulan terakhir
  3. Catatan rekening Bank (jika menggunakan Bank BCA, bisa melakukan print-out mutasi rekening 3 bulan terakhir melalui Klik BCA)
  4. Surat keterangan bekerja dari perusahaan
  5. Kartu Keluarga
  6. Surat Nikah (bagi yang sudah menikah. Kalau yang belum, lekaslah menikah. Sesungguhnya menikah itu membawa kebahagiaan, hihihi... )
Jika bukan rumah baru (untuk rumah baru biasanya sudah disiapkan oleh pihak developer) :

1. Sertifikat tanah
2. IMB
3. PBB

Salah satu syarat utama yang harus kita perhitungkan adalah maksimal cicilan tidak boleh melebihi 1/3 dari total pendapatan. Jika estimasi cicilan sebesar 1 juta rupiah, pendapatan kita harus 3 juta rupiah atau lebih. Bank juga akan menilai apakah kita memiliki hutang dari pihak lain (kartu kredit, pinjaman dari bank lain, potongan gaji dari perusahaan) dan hutang-hutang tersebut akan mempengaruhi jumlah maksimal kredit yang bisa dikucurkan oleh bank.

Jangan sekali-kali berbohong mengenai jumlah hutang pada pihak ketiga, misalnya soal hutang kartu kredit dan hutang ke lembaga lainnya. Bank memiliki hak dan kemampuan menelusuri data hutang yang dihimpun oleh Bank Indonesia. Jika nama anda disearch, daftar hutang-hutang anda akan segera dilist dan akan diketahui riwayat pembayarannya, apakah anda pernah gagal bayar (default), lancar atau malah pernah menunggak pembayaran.

Jangan juga melakukan manipulasi angka nilai gaji. Jikapun ini dilakukan, lakukanlah secara professional, :-). Jika gaji sebesar 100 ribu misalnya, jangan menulisnya menjadi 300 ribu dengan harapan pihak Bank mau menyetujuinya, padahal data transfer gaji dari perusahaan tidak pernah menunjukkan angka demikian. Saya sangat merekomendasikan untuk tidak mengubah besaran gaji. Saya sendiri berpendapat, sesuatu yang diawali dengan cara yang kurang baik akan melalui jalan yang berliku.

Jika gaji kita tidak mencukupi tapi kita sudah menikah (hehehe, jangan menuduh saya menyarankan untuk meminjam uang pada suami/isteri atau mertua), kita bisa menggunakan metode joint income. Artinya, pendapatan kita akan digabungkan dengan pendapatan pasangan. Jika gaji kita Rp. 1 juta dan gaji isteri Rp. 1 juta, maka total pendapatan kita bisa mencapai 2 juta. Ini artinya, cicilan sebesar Rp. 600 ribu masih bisa dicover dibandingkan cicilan sebesar Rp. 300 ribu jika gaji kita yang dijadikan sebagai bahan pengajuan kredit.

Ingat, perhitungkan juga pengeluaran yang anda keluarkan untuk biaya hidup bulanan. Mungkin saja gaji anda 3X dari jumlah cicilan namun ternyata pengeluaran mencapai 2/3 dari gaji tiap bulannya, entah itu untuk biaya pendidikan, makan minum, perawatan rumah dan lain-lain. Selain membuat bank ragu, hal ini akan membuat hidup anda tidak nyaman. Bagaimana bisa nyaman jika 1 hari setelah terima gaji yang tersisa hanya slipnya saja :-).

Berlanjut ke posting ketiga "Proses Kredit dari Bank". Saya meluncur ke Cikarang dulu jadi posting ini saya lanjutkan setelah saya kembali dari misi


www.vavai.com

Sabtu, 17 April 2010

Tips Hemat AC

Tips Hemat AC

Tips Hemat AC
Cuaca di daerah Jakarta dan sekitarnya yang seringkali berubah tidak sesuai dengan musim seringkali menyebalkan. Pada bulan-bulan Agustus dan September cuaca seringkali sangat panas dan terik. Bahkan di beberapa wilayah akan sangat panas, seperti di daerah utara yang dekat dengan pantai.


Suhu rumah yang panas pasti akan membuat penghuni rumah menjadi tidak betah dan lebih sering berada di luar rumah. Namun, penggunaan AC untuk pendingin ruangan juga terkadang malah menimbulkan masalah baru, seperti listrik rumah yang sering padam dan tagihan listrik yang membengkak.
Berikut adalah beberapa tips untuk menghemat penggunaan AC, sehingga rumah anda sejuk dan tagihan listrik tidak meledak.
1. Pilih AC yang hemat energi dan ramah lingkungan
2. Gunakan AC pada tingkat suhu yang membuat nyaman saja dan hindari penyetelan suhu dingin maksimal
3. Jangan ada celah terbuka dalam ruangan ber-AC, AC akan bekerja lebih keras karena ruangan tidak tertutup dengan rapat
4. Gunakan timer AC, hal ini untuk menghindari AC lupa dimatikan

sumber panduanrumah.com

TIPS MENJADI SEORANG PENJUAL YANG SUKSES

TIPS MENJADI SEORANG PENJUAL YANG SUKSES

Mengapa Saya Perlu Menjadi Seorang Penjual?

Coba tanyakan pada orang sekitar Anda, apakah ada yang mau menjadi
salesman? Jawabnya sebagian (besar) akan bilang tidak. Memang
sebagian orang berpendapat bahwa mereka tidak mampu menjadi sales
atau penjual. Tidak bakat, katanya. Benarkah demikian?

Sebenarnya tidak dapat dihindarkan bahwa Anda harus melakukan
pekerjaan sales ini setiap saat dalam jabatan apapun. Kita sering harus
“menjual” atau menawarkan gagasan kita agar diterima atasan dan
bawahan. Kita harus “menjual” atau membujuk orang di bagian lain agar
mau menerima cara kerja kita. Kita harus memberikan jawaban yang
memuaskan setiap kali ada komplain dari pelanggan. Tanpa disadari,
kunci keberhasilan Anda sebagai karyawan dan pengusaha ditentukan
oleh kemampuan “menjual” diri, produk, dan gagasan Anda secara
persuasif pada orang lain. Itu semua adalah bagian dari pekerjaan
menjual. Kalau Anda tidak mampu menguasai teknik menjual ini, Anda
akan dikategorikan sebagai orang yang tidak mampu berkomunikasi
dengan orang lain. Saya jamin, Anda tidak akan sukses dalam karir dan
bisnis Anda.

Modal utama seorang penjual
bukan bakat, tetapi kemauan.
Menurut pengalaman, kemampuan
bisa dipelajari dan secara
alamiah akan menjadi bakat kita.
Bahkan salesman profesional
masih perlu ditraining. Mengapa?
Sebab kemampuan menjual harus
dikembangkan dengan banyak
pelatihan.

Bagaimana Menjadi Penjual Yang Baik?

Pada dasarnya tugas utama seorang penjual di samping menjual
barang maka ia juga harus berusaha agar dapat membangun citra
perusahaan yang baik di mata para langganan atau calon langganan
yang ia hadapi.
Bagi perusahaan-perusahaan yang mengetahui dan menyadari
pentingnya laihan-latihan guna mendapatkan penjual yang kreatif maka
banyak program latihan dalam perusahaan yang diperuntukkan penjual
tetap dilaksanakan secara berkembang dan meluas.
Misalnya: penjual-penjual tersebut
diberi program pelajaran dasar-dasar
pemasaran, teknik dan cara menjual,
latihan kerampilan berkomunikasi dan
lain-lain. Karena pada dasarnya suatu
perusahaan yang baik bila memiliki
penjual haruslah penjual-penjual yang
berpendidikan, memiliki rasa tanggung
jawab yang besar dan juga terlatih.
Jadi keberhasilan seorang penjual
tidak cukup kalau mereka hanya
bermodalkan senyuman, tas dan sepatu
yang bersih dan mengkilap.

Namun penjual yang baik hendaklah
mereka yang mengetahui dan mampu
untuk menganalisa apa yang dibutuhkan
konsumen pada saat ini, apa yang
paling disukai maupun yang paling tidak
disukai oleh kosumen, mutu promosi,
pemberian service yang paling jitu
dalam menarik minat konsumen agar
mereka mau membeli produk kita. Selain
itu seorang penjual harus juga mengenal
medan (wilayah) dengan seksama,
dapat memanfaatkan dan menggunakan
waktu secara cermat, efisien serta
tepat. Karena waktu bagi penjual
merupakan resource yang sangat penting
sekali. Dan sudah barang tentu pula
faktor keramahtamahan harus ada.

Kualifikasi Penjual

Untuk lebih jelasnya lagi maka kita dapat membagi kategori penjual
berdasarkan atas kualifikasinya berikut ini :
- Kategori 1 : adalah penjual yang sopan, baik dan penurut
- Kategori 2 : adalah penjual yang produktif dan yang
memiliki akal cerdik
- Kategori 3 : adalah penjual yang produktif tanpa memiliki
akal cerdik

Kemampuan Bertempur

Penjual kategori 1 biasanya cenderung untuk selalu tunduk dan taat
dengan apa kata boss. Ia kurang mempunyai rasa bertempur yang tinggi
dengan perusahaan pesaing, sikapnya pasif dan kurang pandai
membaca strategi musuh. Oleh sebab itu prestasi penjual biasanya juga
termasuk sedang-sedang saja. Karena penjual ini bersifat penurut jelas
kalau ia tidak berani untuk berbuat/bertingkah yang macam-macam
terhadap boss. Satu hal lagi penjual dalam kategori ini biasanya
hanya lebih suka sebagai pengambil order saja.
Penjual yang tergolong ke dalam

kategori 2 ini cenderung memiliki
kemampuan bertempur cukup tinggi,
hal ini disebabkan penjual ini adalah
seorang penjual yang kreatif. Bisa
dikata ia mempunyai indra ke enam
yang tajam dalam menganalisa
kekuatan pasar yaitu dengan jeli ia
mengamati seberapa besar jumlah
produk yang dibutuhkan konsumen
ataupun ketajamannya dalam
mengevaluasi berapa prosentasi market
share yang telah dikuasai
perusahaannya dan perusahaan
pesaingnya. Karena penjual ini
tergolong mempunyai produktivitas
kerja cukup tinggi maka jangan heran
kalau ia juga mempunyai banyak akal,
cara ataupun taktik menyusup ke kubu
lawan melalui proses liku-likunya yang
memang sudah ia kuasai.

Kategori 3 adalah penjual yang juga tergolong produktif seperti
halnya penjual kategori 2 tapi disini ia tidak menerapkan akal
bulusnya terutama untuk mengelabui bossnya. Beruntung sekali
apabila perusahaan yang pada kenyataannya mempunyai penjual
seperti dalam kategori 3. Penjual yang rajin, produktif, jujur ( tidak
suka mengakali boss) merupakan penjual yang ideal dan disukai
banyak perusahaan. Namun perlu diingat orang-orang seperti kriteria
di atas dewasa ini sulit sekali diketemukan. Sebab sebagian besar
waktu penjual adalah di luar kantor jadi kita terkadang mengalami
kesulitan untuk mendeteksi mereka secara langsung. Jadi semakin
pandai penjual membaca serta menyesuaikan diri dengan situasi
makin baik kesan konsumen terhadapnya sehingga makin banyak
barang atau jasa yang berhasil ia jual.

Bila kita hubungkan dengan ke tiga macam klasifikasi penjual
dimuka maka apabila perusahaan akan merekrut penjual janganlah
ragu untuk memilih penjual yang tergolong dalam kategori 2.
Dengan mengingat sepanjang penjual tersebut tidak terlalu merugikan
perusahaan.
Tapi yang paling
menentukan adalah
kemampuan si boss dalam
memanajemen para
penjualnya. Sehingga
perusahaan tidak terlalu
tergantung pada satu
penjual yang dianggap baik
saja namun perusahaan juga
perlu melatih penjualnya
yang lain agar dapat
menjadi seorang penjual
professional.


Dengan demikian penjual professional harus belajar merasakan
perasaan orang lain. Bicarapun diusahakan agar jangan sampai
menyinggung perasaan konsumen . Kalau perlu kurangi bicara
terlalu panjang lebar, apalagi bila ada pembicaraan yang
menyimpang dari pokok pembicaraan hendaknya dibuang. Bila
memungkinkan bisa ditambahkan dengan gagasan -gagasan kita
sendiri. Buatlah konsumen terpikat dengan pembicaraan dan
gagasan-gagasan kita yang wajar, tidak berlebihan dan mengenai
sasaran.

Beberapa Tips untuk Menjual

1. Menguasai benar-benar apa yang akan Anda “jual”
Tidak peduli apakah Anda mau menjual barang atau jasa atau gagasan
atau mengajak kerjasama patungan dll, Anda akan lebih berhasil bila
Anda mengetahui benar-benar apa yang Anda sampaikan. Pelajarilah dan
perispkan pengetahuan Anda tentang apa ciri khas “produk” Anda, apa
manfaat utama untuk penggunanya, apa kelemahannya, apa kekuatannya,
dan harga atau biayanya.

2. Penampilan
Kepribadian Anda akan terpancar dari

Wah, terlambat! Aku janji
bertemu dengan klien
satu jam yang lalu...

penampilan Anda. Orang akan melihat
penampilan fisik terlebih dahulu, baru
kemudian komunikasi Anda. Sesuaikan
penampilan Anda dengan apa yang
Anda jual dan siapa pelanggan Anda.

3. Kemauan bergaul dengan orang.
Setelah penampilan Anda diterima
orang, mulailah bicara. Kembangkan
kemauan untuk bergaul dengan orang
lain. Pelajari cara etika pergaulan. Kata
kuncinya adalah ramah. Perlu
keramahan dalam berkomunikasi
dengan orang lain. Jangan lupa disiplin
waktu dan tepatilah janji Anda.


4. Bantulah calon pembeli mengambil keputusan
Calon pembeli biasanya ragu-ragu. Yakinkan dia bahwa tawaran Anda
itu bagus dan tepat bagi dia. Kalau perlu buatkan perbandingan
dengan produk sejenis. Setiap kali calon pembeli mengutarakan
keberatan, hendaknya Anda siap dengan jawabannya. Namun terlebih
dahulu katakan “ya, tetapi..........” Jangan sekali-kali memaksa.

5. Manfaatkan peluang penjualan dengan baik
Agar calon pembeli benar-benar membeli, maka Anda harus awas dan
jangan melepas peluang begitu mereka menampakkan tanda setuju.
Penjualan tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah akan membawa
pada keberhasilan. Ikuti dengan sabar, dan segera manfaatkan
peluang begitu mereka nampak bersedia. Setelah penjualan, Anda
berikan informasi dan alamat jelas untuk follow up jika ada masalah di
kemudian hari. Ada kemungkinan mereka akan membeli lagi lain kali.
Mengatur Komunikasi Marketing

Untuk meraih sukses, Anda perlu strategi yang dapat memformulasikan
kebutuhan-kebutuhan Anda secara strategis. Caranya dengan
mengeksplorasikan seluruh pilihan marketing komunikasi dan
maksimalkan peluang mendapatkan penghasilan keseluruhan. Ada
beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mempermudah memanage
marketing komunikasi ini, yaitu:

1. Temukan bagaimana caranya menciptakan persepsi dari tujuan
utama produk tersebut. Sebuah produk tentunya memiliki tujuan utama
yang dimaksudkan bagi konsumen, ciptakanlah persepsi tujuan tersebut
agar proses marketing menjadi lebih mudah.
2. Identifikasikan segmen pasar yang paling menguntungkan untuk
mencapai target. Segmentasi pasar sangatlah penting dalam tujuan
penjualan produk. Untuk mengidentifikasikannya, Anda bisa
mempelajari pola perilaku pasar. Dari sana akan ditemukan berbagai
karakteristik yang bisa menentukan langkah marketing selanjutnya.

3.Optimalkan nilai hubungan antar
konsumen yang menjadi daerah
marketing komunikasi Anda.
Hubungan dengan para konsumen
adalah langkah baik untuk
mengetahui kelemahan dan kekuatan
produk tersebut juga untuk
mempermudah proses penjualan.
4. Bangun strategi tingkat
pendapatan yang sekaligus
menghasilkan suport manajemen.
Strategi adalah sesuatu yang
wajib dimiliki, strategi ini
dimaksudkan sebagai panduan
dalam menentukan langkah praktis.
5. Identifikasikan teknologi media
baru untuk mengintegrasikan
komunikasi.

6. Tingkatkan hubungan baik dengan media dengan mengkoordinasikan
startegi advertising dan strategi public relation. Media massa adalah
chanel paling efektif dalam proses marketing.

(sumber: satulelaki.com)

Kamar Tidur Anak Ukuran Kecil

Kamar Tidur Anak Ukuran Kecil


Masalah
Berbagi macam kendala pada luasan ruang apalagi jika mempunyai anak lebih dari satu sedangkan kamar tidurnya hanya membunyai satu sebetulnya dapat kita terapi dengan bentuk-bentuk interior yang simple namun baik bagi anak,
kecenderungan desaign furniture pada umumnya banyak memakan tempat,apalagi kalu kita membeli langsung pada toko furnitur,ini dikarenakan mereka berpandangan ekonomi bukan ekonomis sehingga setiap aitem furnitur mereka pecah menjadi beberapa buah, yang pada dasarnya bisa kita jadikan satu dan hasilnya akan mendapatkan ruangan yang cukup luas.
Tips
Bagaimana tips-tips desaign untuk kamar tidur anak untuk ruang ukuran kecil ini..?
Baiklah kita coba bahas dibawah ini oke...?
Kamar tidur anak laki-laki
Umumnya anak laki-laki sangat menyukai tentang kegagahan dan berimajinasi dengan tokoh-tokoh kesayangannya.
Sehingga mereka cenderung mencerminkan kepribadian yang kuat baik melalui aktipitasnya maupun warnanya.
















Dari gambar diatas dapat kita simpulkan
bagimana simplenya desaign runag tidur ini,
tidak terlalu bayak memakan tempat,sedangkan lemari rak2 dibawahnya dapat dijadikan tempat untuk menyimpan benda2 mainannya,Pakaian-pakaian buku-buku dll.ketegasan warna putih dan hitam/coklat tua ditambah lukisan petinju mencerminkan kepribadian yang kuat namun tenang.
Kamar tidur anak Perempuan
Umumnya anak perempuan usia 6-12 Th sangat menyukai benda-benda yang indah,lucu,cantik,berwarna menarik,berdandan,dan selalu berimajinasi dengan tokoh-tokoh kesayangannya.
Sehingga mereka cenderung mencerminkan kepribadian yang lembut baik melalui aktipitasnya maupun warnanya.











Dari gambar diatas dapat kita simpulkan bagimana simplenya desaign runag tidur ini, tidak terlalu bayak memakan tempat,sedangkan lemari pakaian dibuat meyendiri ruang belajar ditempatkan diatas bersama lemari buku yang dapat dijadikan tempat untuk menyimpan benda2 mainannya,buku-buku dll.ketegasan warna putih dan ving tua ditambah motif bunga mencerminkan kepribadian yang lembut namun tenang.
Nah sekian dulu Tips dari saya selamat mencoba dan sukses


sumber http://ais-arsitektur.blogspot.com