Minggu, 02 Mei 2010
Tips Renovasi Rumah MInimalis
Gaya bangunan minimalis sendiri sebenarnya terinspirasi oleh gaya hidup Zen, dari Jepang. Semakin sedikit benda yang digunakan atau dimiliki, semakin tenanglah hidup seseorang. Itu sebabnya gaya desain minimalis, sedikit sekali bermain warna. Pada penataan interior juga sesedikit mungkin menggunakan furnitur.
Pada saat kita renovasi rumah minimalis seperti ruang keluarga misalnya, tidak perlu menggunakan banyak kursi atau sofa. Bahkan kalau perlu cukup dengan menggelar karpet dan beberapa bantal sebagai alas duduk. Begitu pula dengan kamar tidur, kalau memang ingin disebut minimalis, gunakan saja futon, seperti di Jepang. Dengan demikian, begitu tidak digunakan, gulung dan simpan futon. Ruangan pun bisa digunakan untuk keperluan lain. Intinya, semakin sedikit barang yang kita punya atau gunakan, semakin minimalislah kita.
Selama ini, orang hanya menganggap membuat rumah minimalis modern dan terbaru sebagai tren. Padahal gaya hiduplah yang menentukan akan seperti apa gaya bangunan atau desain rumah sederhana yang indah dan penataan rumah kita. “Kalau gaya hidup anda tidak minimalis, maka renovasi rumah minimalis anda tidak akan terasa perubahan-perubahan yang telah anda lakukan dan anda tidak akan nyaman dengan gaya minimalis. Jadi, jangan asal membuat rumah idaman anda menjadi minimalis, sesuaikan juga dengan gaya hidup kita,” supaya anda benar-benar memiliki rumah idaman yang nyaman untuk tempat tinggal.
Perhitungan Biaya Renovasi Rumah
Perhitungan Biaya Renovasi Rumah
Kita sebagai orang awam konstruksi seringkali masih bingung mengenai bagaimana cara menghitung biaya renovasi rumah. Sebenarnya, gampang sekali menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk merenovasi rumah kita. Biaya untuk merenovasi rumah ini kemudian selanjutnya akan kita sebut sebagai RAB, yang merupakan singkatan dari Rencana Anggaran Biaya.
Berikut akan saya sampaikan beberapa tips mengenai cara untuk menghitung sendiri biaya renovasi bangunan. Komponen-komponen biaya renovasi rumah yaitu sebagai berikut:
1. biaya bongkar-pasang. Biaya bongkar pasang ini meliputi biaya tenaga, serta biaya material yang diperlukan untuk mengganti dan atau menambal bongkaran yang sengaja dirusak sebelumnya.
2. biaya konstruksi: biaya konstruksi ini meliputi biaya penggunaan tenaga tukang dan material, serta biaya sewa penggunaan alat-alat pendukung konstruksi. Alat-alat pendukung konstruksi antara lain berwujud scaffolding atau perancah atau steger, terbuat dari bambu, kayu bekas ataupun bisa juga berbentuk rangkaian besi, traktor penguruk/pembongkar yang disebut backhoe (bahasa kerennya, bego), mesin perata tanah (baby roller, stamper dan stampwals, dll) Semakin besar nilai sebuah proyek konstruksi, biasanya semakin rumit pula alat-alat pendukung konstruksi ini.
Jumlahkan seluruh komponen biaya RAB pada no 1 dan 2. Hasil dari penjumlahan ini disebut SUB TOTAL 1, bahasa teknisnya adalah bowsome
1 + 2 = SUB TOTAL 1
3. biaya jasa kontraktor atau jasa konstruksi, besarnya adalah 10% dari sub total 1 atau bowsome diatas.
Jumlahkan SUB TOTAL 1 (bowsome) dan komponen 3. Hasil dari penjumlahan ini disebut SUB TOTAL 2, bahasa teknisnya adalah anemingsome.
SUB TOTAL 1 + 3 = SUBTOTAL 2
4. biaya PPn dan PPH, besarnya 1,5 % dari sub total 2 atau anemingsome diatas.
Jumlahkan SUB TOTAL 2 (anemingsome) diatas dengan biaya PPn dan PPH. Hasil akhirnya disebut sebagai RAB TOTAL, atau aansome.
//ar-chi-tect.org
Pagar Unik
Pagar Unik
Pagar Rumah dari Batu: Unik Mirip Sarang Lebah
Pagar batu umumnya tampil biasa-biasa saja. Bahkan terkadang terlihat membosankan. Namun jangan samakan dengan yang ini. Pagar batu ini bahkan mengundang perhatian.
Apa yang menjadi daya tariknya? Pertama, batu-batu kali yang digunakan bulat-bulat. Kedua, batu disusun tanpa nat sehingga antarbatu ada rongga. Ketiga, susunan batu itu mirip sarang lebah.
Cobalah perhatikan sarang lebah yang asli. Walau bentuk aslinya segienam, dari jauh kelihatan bulat-bulat. Lalu ada rongga-rongga. Nah, pagar batu ini dari jauh memang mirip sarang lebah itu.
Tampilan batu alam yang diolah dengan kreatif memang akan menampilkan keindahan plus. Plus, karena tanpa olahan kreatif juga biasanya sudah indah. Keindahan plus itu menjadi nilai lebih, seperti pada pagar batu di rumah keluarga Hero Ganida dan Irna di kawasan Pondok Gede, Bekasi, yang didesain oleh arsitek Eri Syahrial ini.
Kata Eri, rumah ini diberi pagar batu untuk privasi penghuni yang beraktivitas di teras dan ruang tamu. Pasalnya, antarrumah di perumahan ini berhadapan langsung, dengan jalan yang tak terlalu lebar. Pagar pun dibuat agak tinggi, 175m.
Sebenarnya, ada daya tarik lain dari pagar ini. Bukan sekadar rancangannya yang sesuai dengan desain rumah modern tropis, tapi juga layout-nya. Penasaran? Lihat saja di iDEA edisi 75/VII/2010. Cepat ke lapak atau toko buku, agar tak kehabisan. (Reni Rohmawati/iDEA)
kompas dot com
Finishing Lantai
Finishing Lantai
Lantai adalah bagian bangunan yang setiap hari dilintasi. Karena itu hampir semua developer mengatakan, faktor pertama yang mereka lihat saat memilih penutup lantai adalah daya tahannya terhadap beban, gores, dan noda. “Kualitas itu yang pertama kita lihat saat memilih penutup lantai,” kata Josida Kusuma, GM Marketing Grand Wisata (Bekasi).
Tentu saja istilah kualitas di sini relatif, sesuai dengan kelas penutup lantai dan segmen perumahan masing-masing. Faktor berikutnya yang memengaruhi pilihan developer beragam. Ada yang menyebut kepastian suplai, ada yang lebih concern pada tipe, motif, dan warnanya, ada yang sangat memperhatikan harga, ada pula yang melihat kombinasi berbagai faktor itu. Ini menjelaskan kenapa perumahan menengah atas tidak selalu memilih penutup lantai branded.
Pertimbangan bisnis bagaimanapun sangat mempengaruhi pilihan. Paramount Serpong (Tangerang) misalnya, memilih Mulia karena kualitasnya memenuhi syarat, presisi dan konsisten, distribusi luas, dan suplai terjamin meskipun pilihan tipe, motif, warna, dan ukurannya lebih terbatas.
“Bagi kita kepastian suplai itu penting karena jadwal serah terima rumah kita dalam tanggal, bukan lagi bulan,” kata Tanto Kurniawan, Presiden Direktur Paramount Serpong. Sementara Grand Wisata memakai Mulia, Platinum, dan Asia Tile sekaligus dengan alasan kecocokan dengan desain rumah dan harga lebih kompetitif.
“Kalau ada yang lebih murah, kualitas tetap masuk, cocok dengan desain rumah dan terjamin suplainya, kenapa nggak,” ujar Josida. Ia menambahkan, merek tidak sepenuhnya berpengaruh terhadap pilihan konsumen. Konsumen lebih melihat kesesuaiannya dengan desain rumah.
Dominasi keramik
Keramik termasuk homogeneous tile (keramik yang diproduksi meniru proses pembentukan batu alam seperti marmer), masih menjadi pilihan penutup lantai (dan dinding) favorit di 100 perumahan yang disurvei Housing Estate di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang Desember 2006 – Mei 2007. Penutup lantai lain hampir tidak ada, kecuali marmer dan parket yang terbatas dipakai di rumah mewah atau untuk ruangan tertentu.
Dibanding survei serupa tahun 2005, kebanyakan perumahan masih konsisten memakai merek-merek ternama seperti Roman/Romangres (Lyman Group), Mulia (Mulia Group), Herkules/Milan (Wings Group), KIA, dan Platinum. Meskipun demikian merek-merek yang sebelumnya kurang terdengar seperti Genova, Kaisar, Ikad, Eurogres, dan keramik Cina juga makin banyak mencuat ke permukaan.
Kalaupun tidak secara tunggal, merek-merek itu dipakai sebagai kombinasi merek-merek tersohor. Harganya lebih murah, kualitasnya tidak terlalu jauh berbeda. Kenaikan harga bahan bangunan dan suku bunga pasca kenaikan harga BBM akhir 2005 memaksa sebagian developer berimprovisasi dengan pilihan materialnya.
Roman dan Romangres tetap perkasa sebagai lantai keramik yang paling banyak dipilih, disusul Mulia dan Herkules/Milan. Secara keseluruhan Roman/Romangress dipilih 26 perumahan, disusul Mulia (16 perumahan), dan Herkules/Milan (9 perumahan). Roman/Romangres mendominasi Jakarta dan Bogor, dipilih masing-masing 6 dan 8 perumahan dari 17 dan 24 perumahan yang disurvei.
Sedangkan di Tangerang Roman/Romangres berimbang dengan Mulia. Roman/Romangres dipilih 9 perumahan dari 32 perumahan yang disurvei, Mulia dipakai 8 perumahan. Begitu pula di Bekasi, Roman berbagi angka yang sama dengan Mulia dan Milan/Herkules, sama-sama dipilih 2 dari 13 perumahan yang disurvei. Sementara di Depok, Herkules yang leading, dipilih 4 dari 14 perumahan yang disurvei, disusul Mulia (2 perumahan) dan Roman (1 perumahan).
Pemakai Roman hampir seluruhnya perumahan menengah atas. Sebaliknya yang memilih Mulia dan Herkules/Milan 95 persen perumahan menengah. Kalaupun perumahan menengah atas memakai Mulia dan Herkules/Milan, lebih sebagai kombinasi Roman atau untuk rumah-rumah tipe sedang.
Paling lengkap
Roman nyaris menjadi pemain tunggal di pasar keramik lantai dan dinding untuk kalangan menengah atas. Koleksinya paling lengkap baik jenis, tipe, motif, warna, maupun ukurannya, sehingga bisa memenuhi selera dan kebutuhan semua developer. “Setiap bulan kita melansir koleksi baru,” kata Adrianto Gunawan, Marketing Supervisor PT Satyaraya Keramindo Indah yang mendistribusikan Roman.
Kualitas Roman juga paling andal, presisi, konsisten, dan lebih halus. Bagaskoro, Marketing Manager Jagakarsa Residence, salah satu perumahan menengah atas di Jakarta , misalnya, mengaku memilih Roman karena alasan ini.
Alexander Mulyoto, developer perumahan Sawo Griya Kencana, Depok (Jawa Barat), yang memakai Herkules sesuai dengan segmen pasar perumahan yang dikembangkannya, mengakui keandalan Roman itu.
“Kualitas Herkules mungkin tidak kalah bagus. Tapi, ukurannya masih bisa beda semili-semili. Sedangkan Roman lebih presisi dan sudah lama eksis, sehingga tukang lebih pede dan familiar. Ibaratnya kalau Roman, tukang tinggal pasang. Sementara keramik lain harus lihat-lihat dulu karena ada kemungkinan tidak sama,” tutur pria yang juga berprofesi sebagai kontraktor itu.
Ia berpendapat, untuk perumahan menengah atas merek itu penting, karena konsumennya sudah brand minded. Mereka selalu menanyakan merek penutup lantai yang dipakai developer. Bila disebutkan nama Roman, umumnya konsumen langsung percaya dengan kualitasnya.
Distribusi Roman pun paling luas. “Kita sudah berjualan dari Sabang sampai Merauke,” kata Adrianto. Belakangan semua keramik Roman yang sebagian diekspor itu, diproduksi dengan teknologi gres agar lebih tahan terhadap benturan, gores, dan noda. “Teknologi gres adalah teknik produksi dengan bahan baku pilihan dan sistem pembakaran sempurna,” jelasnya.
Tidak heran Roman menjadi acuan developer dalam memilih keramik lantai. Ingat saja istilah “setara Roman” dalam brosur banyak developer. Hazmi Mubarak, Supervisor Teknik Permata Depok Regency, Depok (Jawa Barat), misalnya, mengaku memakai Herkules tipe Xenon Gray ukuran 40 x 40 karena motifnya mirip Roman, kualitas dan harganya cocok dengan segmen rumah yang dibangunnya.
Selain itu motif dan warna Herkules konsisten meskipun pilihannya tidak banyak. “Keramik lantai lain kadang cepat berganti motif. Sekarang putih, tiga bulan kemudian sudah agak berbeda putihnya. Atau motif enam bulan lalu sekarang tidak diproduksi lagi sehingga kita kesulitan mendapatkannya,” tuturnya.
Menurut Adrianto, Roman bukan lagi sekedar komoditas tapi sudah berkembang menjadi produk desain. Karena itu wajar harganya lebih mahal dan menjadi favorit kalangan menengah atas. “Kita selalu mengikuti tren,” ujarnya. Roman sudah memiliki tiga show room di Jakarta yang memungkinkan konsumen melihat tren dan aplikasi produknya.
Komoditas dan fashion
Dari sisi kualitas Supermilan mungkin tidak berbeda dengan Roman. Tapi, brand-nya belum sekuat Roman. Begitu pula koleksi dan jangkauan distribusinya, belum selengkap, sekonsisten, dan seluas Roman. Wings Group misalnya, baru berproduksi sejak Juli 1997 melalui PT Saranagriya Lestari Keramik dengan merek Herkules untuk pasar menengah ke bawah, Milan untuk segmen menengah, dan Supermilan untuk kalangan atas.
Dua merek pertama lebih diarahkan sebagai komoditas, sedangkan Supermilan diposisikan sebagai produk desain. “Makin lama perkembangan industri keramik makin ke arah fashion,” kata Suhartono Mulyadi, Product Manager PT Saranagriya Lestari Keramik.
Baru-baru ini Supermilan melansir koleksi Habitat Series yang meniru enam elemen alam beserta teksturnya: batu, kayu, besi, marmer, tekstil, dan kaca. Koleksi itu memudahkan konsumen menyesuaikan pilihan penutup lantai dengan berbagai gaya interior yang diinginkan. Supermilan mendefinisikan lima gaya interior yang ngetren saat ini: glamour (klasik modern), urban (minimalis fungsional dan kontemporer), hype (art deco), zen (minimalis industrial), dan neo (minimalis futuristic).
Karena relatif baru, masih perlu waktu bagi Supermilan untuk meyakinkan keandalan produknya di pasar. Wings Group pun menyadarinya. Sebab itu mereka intens menggarap proyek perumahan. Jangan heran dalam survei kali ini produknya makin banyak dipilih. “Proyek-proyek itu membuka jalan memperluas pasar ritel kita. Bila mereka memakai produk kita, 10 tahun mendatang akan datang repeat order dari para pemilik rumahnya,” kata Suhartono.
KIA, Platinum, dan Genova sebenarnya juga pemain lawas seperti Roman. Genova yang baru dilansir enam tahun lalu untuk pasar menengah atas, diproduksi PT Keramik Diamond Industries (berdiri sejak 1978) yang sudah terkenal dengan merek Diamond untuk pasar menengah bawah dan Grand Master untuk rumah menengah.
Hanya, entah kenapa KIA terkesan agak tersendat perkembangan produknya. Sementara Platinum dan Keramik Diamond yang berkantor pusat di Surabaya , baru setelah krisis moneter lebih intens menggarap pasar Jabodetabek. Itu pun tidak sepenuhnya fokus menggarap proyek perumahan.
“Bagi kita pasar perumahan lebih sebagai mercu suar untuk mempertegas eksistensi produk. Pangsa terbesar kita tetap pasar ritel,” kata Iwan Kusuma, Area Sales Manager PT Da Vinci Keramindo, distributor utama Genova yang sebagian produksinya juga diekspor.
Ia mengakui, belakangan banyak bermunculan merek baru sehingga persaingan keramik lantai makin ketat. “Banyak yang pakai merek sendiri meskipun tidak punya pabrik. Produksinya nyewa pabrik orang lain. Yang begini ini jumlahnya ratusan,” katanya. Belum terhitung persaingan dari keramik Cina.
Mulia yang juga pemain lama dengan cakupan distribusi sama luasnya dengan Roman, bisa saja membuat produk sekelas Roman. Hanya sampai kini Mulia memposisikan produknya sebagai komoditas dengan www.housing-estate.com
Tips Membeli Rumah Dengan Pembiayaan Bank
Tips Membeli Rumah Dengan Pembiayaan Bank
dengan harga relatif sama atau malah lebih murah. Pengalaman saya, saya bisa mendapatkan rumah dengan luas tanah 165 M2 dan luas bangunan 130 M2 dengan biaya yang lebih murah daripada rumah yang dibangun developer dengan luas tanah hanya 105 M2 dan luas bangunan 90 M2.
Bagi bank, persyaratan pengajuan kredit hampir sama baik untuk rumah baru maupun rumah yang sudah pernah ditempati. Prinsipnya, bank menyediakan dana dengan jaminan properti yang akan dibeli.
Berikut adalah syarat-syarat yang perlu dipersiapkan jika ingin mengajukan kredit pada bank baik untuk pembelian rumah :
- Fotocopy KTP dan aslinya (untuk dibandingkan. Dibutuhkan saat akad kredit. Jangan sampai punya fotocopy KTP tapi yang asli hilang
)
- Slip gaji asli 3 bulan terakhir
- Catatan rekening Bank (jika menggunakan Bank BCA, bisa melakukan print-out mutasi rekening 3 bulan terakhir melalui Klik BCA)
- Surat keterangan bekerja dari perusahaan
- Kartu Keluarga
- Surat Nikah (bagi yang sudah menikah. Kalau yang belum, lekaslah menikah. Sesungguhnya menikah itu membawa kebahagiaan, hihihi... )
1. Sertifikat tanah
2. IMB
3. PBB
Salah satu syarat utama yang harus kita perhitungkan adalah maksimal cicilan tidak boleh melebihi 1/3 dari total pendapatan. Jika estimasi cicilan sebesar 1 juta rupiah, pendapatan kita harus 3 juta rupiah atau lebih. Bank juga akan menilai apakah kita memiliki hutang dari pihak lain (kartu kredit, pinjaman dari bank lain, potongan gaji dari perusahaan) dan hutang-hutang tersebut akan mempengaruhi jumlah maksimal kredit yang bisa dikucurkan oleh bank.
Jangan sekali-kali berbohong mengenai jumlah hutang pada pihak ketiga, misalnya soal hutang kartu kredit dan hutang ke lembaga lainnya. Bank memiliki hak dan kemampuan menelusuri data hutang yang dihimpun oleh Bank Indonesia. Jika nama anda disearch, daftar hutang-hutang anda akan segera dilist dan akan diketahui riwayat pembayarannya, apakah anda pernah gagal bayar (default), lancar atau malah pernah menunggak pembayaran.
Jangan juga melakukan manipulasi angka nilai gaji. Jikapun ini dilakukan, lakukanlah secara professional,
Jika gaji kita tidak mencukupi tapi kita sudah menikah (hehehe, jangan menuduh saya menyarankan untuk meminjam uang pada suami/isteri atau mertua), kita bisa menggunakan metode joint income. Artinya, pendapatan kita akan digabungkan dengan pendapatan pasangan. Jika gaji kita Rp. 1 juta dan gaji isteri Rp. 1 juta, maka total pendapatan kita bisa mencapai 2 juta. Ini artinya, cicilan sebesar Rp. 600 ribu masih bisa dicover dibandingkan cicilan sebesar Rp. 300 ribu jika gaji kita yang dijadikan sebagai bahan pengajuan kredit.
Ingat, perhitungkan juga pengeluaran yang anda keluarkan untuk biaya hidup bulanan. Mungkin saja gaji anda 3X dari jumlah cicilan namun ternyata pengeluaran mencapai 2/3 dari gaji tiap bulannya, entah itu untuk biaya pendidikan, makan minum, perawatan rumah dan lain-lain. Selain membuat bank ragu, hal ini akan membuat hidup anda tidak nyaman. Bagaimana bisa nyaman jika 1 hari setelah terima gaji yang tersisa hanya slipnya saja
Berlanjut ke posting ketiga "Proses Kredit dari Bank". Saya meluncur ke Cikarang dulu jadi posting ini saya lanjutkan setelah saya kembali dari misi
www.vavai.com
Desain Rumah Minimalis
Desain Rumah Minimalis

Desain rumah bergaya minimalis adalah yang perkembangannya sangat pesat akhir-akhir ini. Kami mendapati banyak orang menghendaki menggunakan desain gaya minimalis untuk mengikuti mode. Biasanya kalangan yang tertarik untuk menggunakan gaya desain minimalis adalah dari mereka yang masih berjiwa muda. Para eksekutif muda menyukai desain bergaya minimalis, karena gaya yang ini dipandang praktis dan dapat mewakili gaya hidup modern mereka.
Sebenarnya, desain gaya minimalis bukanlah sebuah gaya arsitektur saja, namun dibalik itu, gaya ini memiliki jawaban atas tantangan jaman yaitu mendapatkan 'hasil maksimal dari sesuatu yang minimal'. Bisa jadi ini merupakan dana pembangunan yang minim, atau gaya hidup yang diminimalkan. Seringkali gaya ini dipakai karena keterbatasan dana, namun menjadi sangat menarik karena dengan keterbatasan ini kita masih dapat mengikuti mode trend arsitektur terkini.
Simak saja, tampilan dari rumah dengan desain tanpa ornamen berlebihan, memakai bahan-bahan material yang diekspos sehingga terkesan jujur dalam penampilannya, tidak berlebihan. Bila dicari ibaratnya, seperti seorang eksekutif muda yang hendak pergi ke kantor, dengan pakaian elegan yang tidak berlebihan, bersih dan praktis. Namun karena hal ini merupakan mode, maka kita masih merasa 'memiliki bagian' dari mode yang sedang berkembang saat ini. Bagi banyak orang, hal ini sangat menyenangkan.
Desain rumah minimalis berikut tips dalam merancang desain rumah minimalis anda berikut interior dan contoh gambar rumah dengan desain minimalis.
Label:
Arsitek Indonesia,
arsitek rumah,
gambar arsitek
Sabtu, 17 April 2010
Tips Memilih Bahan Bangunan yang Tepat
Tips Memilih Bahan Bangunan yang Tepat
Pemilihan material atau Bahan Bangunan memang perlu diperhatikan, terutama yang berhubungan dengan kesehatan penghuninya termasuk Anda sendiri. Untuk itu diperlukan tips bagaimana cara memilih material bahan bangunan yang setidaknya tidak berbahaya bagi kesehatan.
Untuk meminimalisasi bahaya tersebut, setidaknya kita mempunyai beberapa solusi diantaranya :
1. Apabila rumah baru saja dicat, atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur), sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara waktu hingga bau menyengat dari formaldehyde tidak tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 – 12 bulan. Sebaiknya ventilasi dalam ruangan dipikirkan dan digunakan dengan baik agar gas dapat lebih dinetralisir oleh udara segar.
2. Pada saat ini banyak dikembangkan bahan-bahan finishing berbahan dasar air, yang lebih ramah lingkungan karena kandungan bahan kimia organik yang mudah menguap lebih rendah. Berbagai Bahan Bangunan rumah tinggal yang baik digunakan sebenarnya tersedia cukup banyak. Bahan material ini biasanya langsung berasal dari alam dan tidak melalui industri yang melibatkan bahan kimia berbahaya.
3. Pilih bahan bangunan yang sehat (tidak tercampur bahan kimia berbahaya) seperti Batu alam, tanah liat, batako, kayu, bambu, rumbia, ijuk, alang-alang, logam, bata merah, genteng tanah, kaca, beton, batako, conblok, kertas
cvastro.com
Langganan:
Postingan (Atom)


